Untuk Mengenang Jasa-Jasa Pangeran di Masa 'Cinta Monyet' Ku

Hai …. Hai…. Lama tidak posting…. Jangan rindu ya, biar Dilan saja!
Kali ini aku lagi mood buat cerita tentang sosok yang pernah aku suka dulu waktu jaman MTs *jangan ditanya sekarang masih suka atau nggaknya. Siapa tahu dari kalian ada yang pernah mengalami dan jadinya mengenang juga hahaha. Untuk lengkapnya langsung aja ya di baca! :*
***
          Aku mengenalnya sekitar Sembilan tahun yang lalu, desas-desusnya adalah bahwa teman sekelasku mempunyai kakak laki-laki yang tampan, waktu itu pastilah sebagai anak MTs yang sedang bergejolak dan alay pasti penasaran haha. Penasarnnya karena anak-anak lain sering membahasnya jadilah aku penasara karena I’m the one yang belum pernah lihat. Sampai akhirnya hari itupun tiba… jejeng… teman sekelasku itu dijemput dan akhirnya aku melihatnya! Hahaha benar ternyata, dia sangat tampan. Memiliki postur tubuh yang tinggi, hidung mancung, tampang menawan menjadikan dia sangat mempesona dimataku yang anak MTs ingusan ini, ditambah lagi dia adalah anak SMA! Semakin membuat ia menawa dimataku –apasih wkwk. Ya itulah pertama kali melihatnya.
          Setelah waktu berjalan, aku semakin dekat dengan adiknya dan menjadi sangat akrab. Awalnya temanku tak tahu bahwa aku menyimpan perasaan kepada kakaknya, dan aku pun sangat malu untuk mengakuinya. Malu mengakui didepan namun stalking terus berjalan dibelakang. Sampai akhirnya aku kehathuan bahwa suka dengan kakak laki-lakinya itu. Berbagai cara aku lakukan untuk bisa melihatnya. Mulai dari meminta foto sampai pada menunggunya untuk mengantar dan menjemput temanku sampai stalking di facebook. Rasanya sungguh alay saat itu. Perasaanku berkembang pesat meski tak pernah berbincang secara langsung dengan sang pangeran –kira2 beginilah kalimat hiperbolanya haha. Perasaan ini bertahan sampai aku kelas 9 MTs dan patah juga karena sang pangeran eh kakak maksudnya harus melanjutkan pendidikannya di pulau entahberanta yang ada diseberang sana. Mengetahui itu pastinya adek sangat sedihlah.. hari terakhir melihatnya adalah saat pagi-pagi dia mengantar adiknya dan aku hanya melihat dari pagar sekolah. “Goodbye my love hati2 di sana” inginku berkata sealay itu wkwkw namun pastilah tak ku katakan.
            Singkat cerita setelah kepergiannya aku jadi galau banget. Waktu itu hari-hariku ditemani lagu-lagu alay seperti lagunya Ungu – selamat jalan kekasih dan Viera – seandainya. Lucu sekali rasanya mengenang itu. Hari-hariku lewati dengan kerinduan yang mendalam pokoknya, pada sosok orang yang entah kenal gak sama aku –haha miris baget yak.
            Setelah ia benar-benar pergi, rasanya sepi *hiperbola lagi. Aku mengobati rasa rindu yang hadir lewat postingan-postingannya di FB walaupun aku tak pernah berkomentar hanya berani like postingannya. *iyalah gak berani komentar, siapa gue? Wkwkw. Di FB, ku menemukannya bersama orang lain *cih apa sih, aku tahu dia pacaran dengan salah seorang sahabatnya, satu kampung lagi *duh Gusti derita batin adek hahah. Setelah mengetauinya aku langsung mengkonfirmasi dengan adiknya dan ternyata benar kabar tersebut. Makin galau lah aku wkwkw. Tapi saat itu mereka berdua sedang LDR, jadi aku berdoa agar mereka cepat putus *maafkan aku bang *plak. Dan setelah itu tak lama kemudaian, masih dari informasi dari facebook dan tentu saja agen pribadi *ciah mereka akhirnya putus hahaha. Selannjutnya, kebetulan sekali aku punya sepupu yang kuliah di Jogja juga eh maksudnya pulau antah berantah, dan kebetulan juga *semoga kalian gak jodoh tapi aku sama kakak yang jodoh –plak. Mereka ada disatu organisasi *dan sekarang aku ada didalam organisasi itu haha, sepupuku bilag eh aku satu **B loh sama si ‘itu’, disitu tuh aku senang dan antusias sekali hahaha karena setidaknya bisa memantau dia lewat sepupuku. Tapi hal tersebut tidak ku lakukan juga sih hahaha. Lanjut lagi. Setelah itu waktu berjalan tanpa kabar darinya, akupun sudah tidak terlalu memperdulikannya *cie elah sok move on gitu. Oh iya lupa, ada satu kejadian yang begitu konyol yang pernah ku lakukan yaitu meminta adiknya untuk menukarkan no hp dengan ku sehingga aku bisa sms-an dengan kakaknya hahaha *kalau kakak baca ini, aku mohon maaf ya semua ini ku lakukan karena ku merindukanmu eeeh. Lanjut. Akhirnya bisa SMS-an dan parahnya si kakak bilang bahwa dia pengen teleponan sama Papanya dia, duh matilah aku wkwkwk akhirnya aku bilang bahwa papa lagi keluar hahaha. Mampuslah aku kalo ketahuan hahaha. Kejadian itu kira-kira pas masih kelas 9 karena setelah itu aku sudah tidak melakukan usaha-usaha konyol lainnya untuk bisa berinteraksi dengan kakak selain stalking di Facebook.
            Time flies, dan seperti yang ku bilang tadi bahwa aku sudah move on (tapi masih suka juga sih), kira-kira pas kelas dua SMK, si Kakak pulang…. Senang dong gue hahaha ada kesempatan buat bisa ketemu meski hanya liat dia lewat atau menatap dari jauh, tapi Tuhan memberiku kesepatan untuk bisa bertemu dan sedikit bercengkrama, 2x. Thanks God for giving me that. Singkat cerita setelah pertemuan itu, ada beberapa tahun kami tak berjumpa lagi sampai akhirnya pada awal tahun 2016 dia berkunjung di Kota ini. Namun sayang, semesta mungkin belum memihak pada kami, tepatnya padaku. Karena seperti biasa, aku hanya bisa melihatnya lewat begitu saja didepan mata (yang terhalang jendela) dan pula aku tak mau bereaksi berlebihan karena pada saat itu aku sedang bersama seseorang –yang sekarang adalah mantan, tentu saja ada hati yang perlu dihargai, jadi biasa aja gitu. Sempat ingin bertegur sapa, saat itu aku baru keluar dari toilet (gak bagus banget ya plotnya -_) tatapanku tertuju padanya –yang menurutku sedang menatapku dengan heran juga, hendak tersenyum tapi ragu dan akhirnya aku tetap tersenyum meski hanya ditatap dengan pandangan heran mungkin –ditempat ia duduk agak gelap juga sih dan karena udah lama gak jumpa juga jadinya mungkin lupa. Hatiku remuk #hiperbola lebih tepatnya malu sih, udah senyum tapi gak disenyumin balik hahaha, tapi yasudahlah ku tinggalkan dia dan kembali ke ruangan, sambil melihatnya dari kejauhan. Itulah terakhir kali aku bertemu dengannya, kurang lebih 2 Tahun yang lalu, dan kini.... Apakah akan bertemu kembali? Entahlah, kita tunggu scenario dari Tuhan saja, semoga dipertemukan dalam keadaan yang layak *maksudnya?, bisa bertegur sapa atau mungkin memperkenalkan kembali siapa diri ini #hiperbola dan semoga bisa berbincang atau berdiskusi, atau sekedar ngopi bareng mungkin? Siapa tahu nyaman kan… hahaha becanda Kak, tapi kalau mau diseriusin juga tak mengapa *jadimalu – langsung nyebur ke kali code.
            Akirnya, semoga tulisan ini ada faedah, maafkan aku jika setelah membaca ini kalian merasa garing dan bosan, pengen muntah atau pun pengen nabok, maafkan daku. Dan juga buat teman aku maafkan aku yang dahulu sampai sekarang wkwkw. Terakhir, kalau kebetulan kakak baca ini hehehe “Hi Kak!” semoga kakak gak mual bacanya, dan yakinlah bahwa aku gak bermaksud gombal atau apa, maafkan daku dan juga kalau kakak gak suka, please jangan diblokir atau unfollow ya, itu aja. Tapi kalau kakak mau tanya-tanya bagaimana aku sekarang (masih mau hidup bersamamu atau ditenggelamkan di Parangtritis), DM aja kak nanti ku kasih nomor WA, siapa tahu nyaman (baca: nyaman untuk dijadikan teman hidup ditenggelamkan ke dasar hati palung prangtritis) *eeh. Bye!

*Nb:   -Tulisan ini semata-mata adalah karya bukan kode.

            Siapa tahu bisa jadi kayak Raditya Dika haha.
*** 
Bisa menertawakan atau pun merasa lucu dengan apa (hal konyol nan memalukan) yang pernah kita lakukan dimasa lalu, bagiku merupakan salah satu cara kita untuk menerima diri sendiri. Mengapa kita harus bisa menerima diri kita sendiri? *karena belum tentu dia mau nerima kamu *seriusan woii. Lannjut (yang serius), karena menerima diri sendiri merupakan salah satu kunci agar kita bisa terhindar dari tekanan, stress bahkan depresi. 
Tidak menerima diri sendiri dapat menyebabkan ketidak percayaan diri juga loh.. Buat teman-teman yang mungkin merasa tidak percaya diri, bisa jadi itu dikarenakan kita tidak menerima diri kita sendiri. So guys, belajarlah menerima diri kita sendiri, baik itu kekurangan ataupun kelebihan kita. Cintai diri kita sendiri, bukan berarti egois tapi ya... melainkan bentuk dari penerimaan diri dan penghargaan diri sendiri. 
Nah, kaitannya dengan cerita di atas apa? korelasikan sendiri aja ya? Ngantuk nih besok UAS! :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOMOHON INTERNATIONAL FLOWER FESTIVAL

Review novel "Meet The Sennas" by Orizuka

Angin (?)